Rabu, 03 Februari 2010

kenginan kami..

assalammualaikum wr wb..

kutuliskan bukan semata-mata karena saya seorang perempuaan..hehehehe

wahai yang akan menjadi pasangan hidup kami nanti, janganlah kaliaan menganggap kami lemah hanya karena air mata ini..
wahai yang akan menjadi pasangan hidup kami nanti , jangan lah kaliaan mengira kami hanya seseorang yang hanya bisa merepotkan karena kemanjaan kami.

kita berdua telah diciptakan untuk saling melengkapi, maka janganlah kita justru saling menyakiti..

kami menangis bukan karena kami lemah, tangisan kami bukan menunjukan kelemahan ,tangisan kami lah yang membawa ketegaran untuk kami kembali bangkit.tangisan ini yang membawa ketenangan tapi hnya kami yang bisa merasakan, maka janganlah sebut kami cengeng, kami hnya tidak bisa menutupi bagaimna memendam perasaan, tidak seperti kaliaan yang lebih mudah menggunakan logika, kami terlalu lembut sehingga kami begitu sensitif..maka maklumilah..

dalam tangisan kami, ada hal yang ingin kami sampaikan, tenangkanlah kami karena selain Tuhanku, kalian lah (suami) kami nanti yang sangat kami harapkan untuk menenangkan hati ini, maka jnganlah marahi kami..
kami kaum perempuaan memang sangat peka, maka mencoba lah mengerti kami krn itu merupakan hal yang terindah untuk kami, pengertiaan dari kaliaan..

wahai yang akan menjadi pasangan hidup kami nanti, jika kaliaan berusaha mngerti kami, maka kami selalu berusaha untuk menjdi yang terbaik untukmu.
doa kami selalu ada untuk kaliaan, kami rela untuk bangun malam hnya untuk berdoa, mendoaimu semata..
kaliaan begitu kami hormati, kami segani,maka bijaklah dalam memimpin rumah tangga kita..

wahai yang akan menjadi pasangan hidup kami nanti, janganlah takut menegor kami,jika kami berbuat salah krn sesungguhnya teguran yang baik dari kalian lah yang sangat membuka pikiran kami..
wahai yang akan menjadi pasangan hidup kami nanti, bimbinglah kami, jangan engkau malah menjauhi kami dari Nya.

kaliaan tau, derajat kami 3 kali lbh tinggi drpda kaliaan, bukan mksd kami mnyombongkan diri, tpi hormatilah kami,
janganlah kliaan berucap kata kasar kepada kami krn itu hal yg sling menyakitkan melebihi sakit fisik yang kami terima.

wahai yang akan menjadi pasangan hidup kami nanti, jika kami bersemngat untuk bercerita maka dengarkan kami, meskipun topik yang kami ceritakan, bagi kaliaan sngat membosankan.
krn sesungguhnya kami begitu senang bisa membagi hal yang kami rasakan.

wahai yang akan menjadi pasangan hidup kami nanti, jika kaliaan tdk sngaja menyakiti kami, kaliaan tau kami selalu mncoba memavkan tapi tolong jangan sakiti kami terus-menerus..
karena justru itu yang membuat kami ragu apakah kaliaan sudah pantas untuk memimpin rumah tangga ini..
karena sebuah pernikahan, haram hukumnya jika hnya slg menyakiti..

wahai yang akan menjadi pasangan hidup kami nanti, maavkanlah kami, jika kaliaan mrsa sangat bosan dan lelah menemani kami berbelanja, ketahuilah kami hnya ingin terlihat sempurna dimata kaliaan, dengan mengenakan pakaiaan, sepatu, dll yang jg kaliaan suka..

untuk pasangan hidup kami nanti, kaliaan lah orang kedua yang akan kami hormati,kami sanjung,kami hargai, kami mengabdi setelah tuhanku..

untuk pasangan hidup kami nanti, terimalah kekurangan kami, maklumi jika masakan kami yang kami buat rasanya tak seperti di restaurant2 ataupun tempat mkan lainnya, kami hnya mencoba untuk dapat menghasilkan sesuatu dr tangan kami sendiri.

untuk pasangan hidup kami nanti, jika tubuh kami tdak seperti dlu lagi, sebelum kami melahirkan, maka jangan paksa kami untuk mengurusi badan hnya untuk kepuasaan matamu saja, krn sesungguhnya itu mnjadi beban untuk kami, kami takut jika suatu hari kaliaan akan lari ke wanita dengan tubuh yg indah..


untuk pasangan hidup kami nanti,jagalah kepercayaan kami, krn membangun suatu kepercyaan tidaklah mudah..
dan yang terakhir untuk pasangan hidup kami nanti, jadikanlah kami wanita sholehah, wanita muslimah yang baik, bawalah kami ke tempat tuhan kita, angkatlah derajat kami karena ketulusan pengabdiaan kami pada kaliaan :)

wslam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar